verstyon lowha
Rabu, 15 Februari 2012
Senin, 26 September 2011
anakku sayang anakku malang
Tengah malam aku pergi bersama teman kedesa tetangga. Aku pergi mengantarkan barang saudara teman saya. Setelah tiba dirumahny, aku duduk diteras depan rumah saudara teman saya. Saat aku duduk, aku melihat seseorang yang sedang menggendong anaknya yang sedang nangis. Perlahan saya dekati, dan saya menanyai “mengapa anakmu menangis” Tanya saya. Dia menoleh dan menjawabnya “dia mau minta susutetapi susunya sudah habis”. Kata sang ibu. Sayapun kaget ketika ia menoleh, karena dia ternyata teman sekelas saya ketika dibangku SD.
Akupun sangat terharumelihatnya karena kelihatan sangat tua, wajahnya kelihatan kusam seperti tak diurusi. Kemudian aku menanyainya lagi, mengapa kamu disini , padahan kan ini tengah malam? Dia menjawabnya meskipun agak kelihatan ragu-ragu. Sejak saya ditinggal pergi suamiku saya sangat terpuruk, dirumah orang tuaku tidak peduli dengan keadaanku yang seperti ini dia malah seperti mengapokkan saya. Mengapa “ Tanya saya” karena dulu saya pacaran dengan seseorang. Dia baik, tapi kebaikan itu hanya beberapa saat. Ketikan sudah beberapa bulan saya pacaran, saya pun mau menikah dengannya.
Dan saya minta ijin kepada orang tua saya. Sebenarnya orang tua saya tidak setuju pacaran dengannya, karena tidak tau jelas alamat rumah pacar saya. Karena saya benar benar mencintainya, sayapu melaksanakan pernikahan itu meskipun orang tua aya tidak begitu mendukung.setelah beberapa bulan menikah sayapun hamil dan suami saya pergi katanya mau bekerja . tetapi dia pergi selamaa berbulan-bulan tidak pulang dan tidak memberi kabar kepada saya. Sayapun merasa sedih karena beban saya sedang hamil tua dan sebentar lagi saya akan melahirkan, akan tetapi suamiku tidak mendampingiku. Ketika saya sudah melahirkan diapun belum pulang ,sampai aku bertanya kepada teman-teman nya tetapi mereka hanya memberi jawaban tidak tau. Sayapun tambah sedih ,sampai saat ini dia pun belum pulang padahal anak saya sudah berumur lebih dari tiga puluh tahun tetapi dia belum juga tau siapa ayahnya sebenarnya . dan saat itu juga ibu saya telah mengapokkan saya dan saya merasa sangat salah kepada orang tua saya . dan sampai saat ini beginilah keadaan saya dan hanya bias merenung sendiri dan hanya ditemani anak saya.
Akupun sangat terharumelihatnya karena kelihatan sangat tua, wajahnya kelihatan kusam seperti tak diurusi. Kemudian aku menanyainya lagi, mengapa kamu disini , padahan kan ini tengah malam? Dia menjawabnya meskipun agak kelihatan ragu-ragu. Sejak saya ditinggal pergi suamiku saya sangat terpuruk, dirumah orang tuaku tidak peduli dengan keadaanku yang seperti ini dia malah seperti mengapokkan saya. Mengapa “ Tanya saya” karena dulu saya pacaran dengan seseorang. Dia baik, tapi kebaikan itu hanya beberapa saat. Ketikan sudah beberapa bulan saya pacaran, saya pun mau menikah dengannya.
Dan saya minta ijin kepada orang tua saya. Sebenarnya orang tua saya tidak setuju pacaran dengannya, karena tidak tau jelas alamat rumah pacar saya. Karena saya benar benar mencintainya, sayapu melaksanakan pernikahan itu meskipun orang tua aya tidak begitu mendukung.setelah beberapa bulan menikah sayapun hamil dan suami saya pergi katanya mau bekerja . tetapi dia pergi selamaa berbulan-bulan tidak pulang dan tidak memberi kabar kepada saya. Sayapun merasa sedih karena beban saya sedang hamil tua dan sebentar lagi saya akan melahirkan, akan tetapi suamiku tidak mendampingiku. Ketika saya sudah melahirkan diapun belum pulang ,sampai aku bertanya kepada teman-teman nya tetapi mereka hanya memberi jawaban tidak tau. Sayapun tambah sedih ,sampai saat ini dia pun belum pulang padahal anak saya sudah berumur lebih dari tiga puluh tahun tetapi dia belum juga tau siapa ayahnya sebenarnya . dan saat itu juga ibu saya telah mengapokkan saya dan saya merasa sangat salah kepada orang tua saya . dan sampai saat ini beginilah keadaan saya dan hanya bias merenung sendiri dan hanya ditemani anak saya.
Langganan:
Postingan (Atom)